Sabtu, 10 Juni 2017

Pentingnya KPI dalam Penerapan ISO 9001:2015

Dalam penerapan ISO 9001:2015, salah satu klausul yang termuat adalah terkait dengan penerapan yang terkait dengan pencapaian sasaran mutu dengan strategi yang ditetapkan oleh perusahaan.  Penerapan yang terkait dengan aplikasi yang berkaitan dengan manajemen kinerja tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dijalankan.

Bagaimana proses implementasi KPI dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu itu sendiri. Mengingat bahwa salah satu dari mandatory (persyaratan mutlak) yang diperlukan dalam menjalankan ISO 9001:2015.

Berikut adalah manfaat yang dapat perusahaan lakukan dengan mengimplementasikan KPI.

(1) Melakukan Analisis Resiko dan Penetapan Strategi
Salah satu langkah yang secara umum dilakukan oleh perusahaan dalam menetapkan KPI adalah dengan membuat analisis SWOT.  Dalam analisis SWOT ini, perusahaan dapat melakukan proses resume untuk kemudian disusun strategi atas manajemen perusahaan.

(2) Menetapkan Target dan Program Kerja
Penetapan target dan program kerja yang terkait dengan proses pemastian bagaimana strategi tersebut akan dijalankan. Dalam proses penetapan target kinerja, yaitu berupa kriteria terkait dengan Finance (F), Internal Performance (I), Customer (C) dan Learning/Pembelajaran (L).

Penetapan terkait dengan target dan program kerja ini akan disusun secara sistematis.  Dimana program kerja yang disusun tersebut dapat mendukung target kinerja yang dipersyaratkan.

Bagaimana perusahaan Anda memastikan bahwa KPI dapat dijalankan secara tepat dan efektif sesuai dengan prinsip SMM ISO 9001:2015? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bahwa penerapan KPI dapat dijalankan secara tepat dan optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)



Jumat, 09 Juni 2017

KPI Sebagai Management Solution

Dalam mengelola konsep strategis yang disusun dalam perusahaan, penggunaan KPI dapat menjadi bagian yang penting terkait dengan bagaimana penetapan dan pengelolaan KPI tersebut dapat menjadi suatu solusi penting bagi manajemen.

Bagaimana program solusi manajemen dapat terpaparkan dengan tepat di dalam KPI itu sendiri? Berikut adalah tahapan yang dimaksudkan terkait dengan penyusunan KPI yang tepat untuk memberikan solusi atas manajemen.

(1) Menyusun Strategi
Perusahaan harus dapat melakukan penyusunan strategi yang efektif.  Hal yang pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan kerangka analisis untuk dapat menyusun strategi yang tepat.  Identifikasi atas analisis tersebut dilakukan dengan memastikan tersedianya analisis SWOT (Strenght Weakness Opportunity & Threat).  Bagaimana aspek internal dan eksternal menjadi hal yang perlu untuk diseimbangkan.

Penyusunan strategi itu sendiri harus mengedepankan analisis yang dilakukan.  Apakah perusahaan akan menjalankan konsep agresif, investasi, divestasi ataupaun inovasi.  Dari strategi inilah kemudian akan menghasilkan parameter indikator pengukuran terkait atas prestasi yang akan ditetapkan.

(2) Penetapan Ukuran Penilaian Prestasi
Ukuran atas penilaian prestasi dijalankan dengan melakukan proses penyusunan atas indikator yang strategik.  Penetapan atas branstorming terkait dengan ukuran tersebut menjadi hal yang penting untuk disusun.  Termasuk di dalamnya adalah target kuantitatif yang dijalankan.

(3) Objective Deployment
Adalah menjadi tanggung jawab bagi perusahaan untuk mengedepankan objective deployment pada masing-masing fungsi yang relevan.  Menjadi setiap lini dari perusahaan untuk sangat kompetitif dan mampu untuk memastikan pengendalian dijalankan secara tepat dan akurat.

Bagaimana perusahaan Anda saat ini mengembangkan konsep terkait pengelolaan strategis dijalankan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan manajemen kinerja dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 30 Januari 2017

5 Kesalahan dalam Penetapan Kriteria TargetKPI

Banyak perusahaan ketika menjalankan Sistem Manajemen unjuk Kerja mengalami permasalahan yang terkait dengan ketidakefektifan penerapannya. Untuk menghindari adanya ketidakefektifan yang terkait dengan penetapan kriteria sasaran dan target perusahaan yang tepat.

Berikut adalah 5 (lima) kesalahan yang seringkali muncul ketika perusahaan menetapkan target/ sasaran pada KPI.

(1) Sasaran/ Kriteria Target Berdasarkan Business Process
Salah satu kesalahan perusahaan dalam menjalankan program inventaris kriteria KPI, perusahaan harus dapat memastikan bahwa penetapan target/ kriteria dijalankan sesuai dengan business process ideal. Sebaiknya tidak terdapat sasaran/ kriteria yang berulang pada beragam jabatan. Hal ini bisa menyebabkan kebingunan/ ketidakapastian terkait dengan tanggung jawab dalam menjalankan sasaran/ target yang dimaksudkan tersebut.

(2) Pendataan dan Evaluasi Pencapaian Hasil
Banyak perusahaan melupakan proses atas evaluasi data sebagai bentuk dari program pencapaian hasil. Identifikasi atas potensi terhadap pencapaian yang harus dijalankan termasuk di dalamnya proses pengelolaan atas resiko dari ketidaktercapaian hasil.

(3) Konsistensi dengan Target Utama Perusahaan
Salah satu hal penting dalam pencapaian target/ sasaran adalah bagaimana perusahaan mengaitkan kriteria target per unit kerja dengan target utama perusahaan. Bagaimana perusahaan memastikan hubungan antara target perusahaan memiliki ikatan, keterkaitan yang kuat dengan pencapaian target yang disusun pada setiap unit kerja.

(4) Kekuatan dalam Pencapaian Target
Permasalahan yang seringkali muncul terkait dengan pencapaian target adalah tingkat kesulitan dari proses pencapaian target. Ketika target yang yang dimaksudkan tersebut memiliki tingkat kesulitan yang rendah maka proses pencapaian target menjadi tidak signifikan berhubungan dengan target yang dipersyaratkan dalam perusahaan.

(5) Perbaikan Sistem
Pencapaian target yang tidak disertai dengan perbaikan sistem menyebabkan kesulitan dari karyawan untuk mencapai target sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Perbaikan dalam sistem secara serta merta dapat membantu individu yang ada dalam perusahaan untuk bekerja secara maksimal.

Penting bagi perusahaan untuk menjalankan proses analisis terkait dengan penanganan dan analisis kriteria pencapaian target. Bagaimana perusahaan menjalankan KPI (Key Performance Indicator) dijalankan dalam perusahaan? Lakukan proses pencapaian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pencapaian target dan kriteria yang dipersyaratkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jumat, 27 Januari 2017

Pelatihan Balanced Score Card

Dalam setiap perusahaan, keinginan untuk dapat memastikan bahwa tujuan dan sasaran dari perusahaan untuk tercapai adalah suatu tantangan besar untuk dapat bersinergi dengan pertumbuhan usaha. Adapun program pelatihan sangat penting agar perusahaan dapat menjalankan Balanced Score Card secara tepat.

Program pelatihan dapat dikembangkan untuk dapat memastikan program Balanced Score Card terimplementasi dalam perusahaan.  Pelatihan Balanced Score Card yang dijalankan dalam jangka waktu 1 (satu) hari dan dijalankan dalam bentuk in house training dapat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Balanced Score Card.  Adapun dalam kegiatan pelatihan tersebut, peserta pelatihan akan mendapatkan beberapa hal sebagai berikut:

(1) Penggambaran Target Perusahaan
(2) Peyusunan Peta Proses
(3) Analisis Resiko Perusahaan
(4) Identifikasi dan penetapan kriteria target/ sasaran dari perusahaan
(5) Sistem administrasi dan pelaporan penilaian kinerja

Diharapkan dengan mengikuti pelatihan tersebut, perusahaan mampu untuk dapat mendefinisikan target terkait penetapan kriteria target yang dimaksudkan tersebut. Lakukan proses pencarian referensi eksternal terkait dengan program pengembangan sistem Balanced Score Card dari perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengukur Efektifitas KPI dalam Perusahaan

Dalam memastikan Sistem Manajemen Kinerja berjalan dengan tepat dan efektif, ada baiknya perusahaa menjalankan evaluasi atas efektifitas KPI yang dijalankan tersebut.  Banyak perusahaan telah memiliki KPI (Key Performance Indicator), namun secara aktual tidak efektif untuk diterapkan dalam perusahaan.

Bagaimana perusahaan menilai KPI yang diterapkan efektif dijalankan?

(1) Mengukur Resiko Perusahaan
KPI disusun selain untuk mengukur kinerja, juga dipergunakan sebagai bentuk pengendalian resiko. Unsur pencegahan atas ketidaksesuaian/ resiko menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa sistem manajemen operasional telah memadai untuk memastikan resiko tidak terjadi. Pengukuran dengan melihat faktor dampak kegagalan proses menjadi bagian penting dalam proses pengukuran atas KPI.

(2) Pertumbuhan Organisasi
Apabila KPI yang dimiliki oleh perusahaan disusun untuk mencapai visi dan target perusahaan, tentu saja indikator dari pertumbuhan bisnis menjadi bagian penting dalam pencapaian kriteria dari strategi visi yang efektif. Sinergi dari efektifitas per unit/ departemen harus dilakukan seiring dan tidak menjadi bagian dari suatu departemen/ unit kerja perusahaan.


Bagaimana perusahaan Anda melakukan proses pengukuran terkait dengan efektifitas KPI dalam perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan KPI yang ada dalam perusahaan adalah efektif untuk dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Selasa, 06 September 2016

Pentingnya Inovasi dalam Penerapan KPI

Dalam menjalankan proses penerapan KPI, adalah penting bagi perusahaan untuk menjalankan program kinerja yang dapat meningkatan kinerja perusahaan secara nyata.  Dalam era kompetisi yang saat ini berlangsung, peranan perubahan dan transformasi bisnis dibutuhkan secara nyata.

Beberapa perusahaan menjalankan strategi inovasi yang efektif untuk dapat meningkatkan strategi output proses secara maksimal.  Sehingga tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk memasukkan parameter inovasi sebagai bentuk ukuran dari kekuatan untuk mencapai sasaran kriteria kinerja yang dipersyaratkan.

Lalu bagaimana memasukkan konsep manajemen inovasi dalam penerapan KPI.

(1) Mengukur Konsep
Adalah penting bagi perusahaan untuk menuntut adanya penciptaan dan pengembangan konsep baru dari karyawan. Penyediaan satu konsep sebaiknya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh internal peerusahaan.  Konsep baru yang dapat diterima tersebut kemudian dimasukkan sebagai kriteria atas konsep yang tepat.

(2) Mengevaluasi Efektifitas Ide/ Konsep
Memastikan bahwa ide/ konsep yang dimaksudkan tersebut sesuai adalah penting untuk menjadi sasaran dalam penetapan strategi kerja.  Memastikan bahwa ide/ konsep yang dimaksudkan terimplementasi dan mampu mencapai sasaran/ target yang diharapkan.

Memastikan kembali bahwa kriteria atas pencapaian internal perusahaan harus dilakukan secara efektif dan tepat sasaran. Pastikan perusahaan menggunakan referensi eksternal yang tepat dalam mencapai sasaran perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 27 Agustus 2016

3 Alasan Strategis Mengapa Perusahaan Membutuhkan KPI & BSC

Saat ini banyak perusahaan melihat adanya kebutuhan untuk penilaian atas kinerja karyawan. Beberapa perusahaan mencoba untuk mendesain sistem penilaian berdasarkan pada tingkat kepentingan perusahaan (mencari profit ataupun kemajuan perusahaan), atau berdasarkan pada output dari pekerjaan harian yang dijalankan oleh perusahaan.

Untuk dapat secara terus-menerus dapat meningkatkan pertumbuhan SDM (Sumber Daya Manusia) adalah penting bagi perusahaan untuk melakukan proses penyusunan Sistem Manajemen Unjuk Kerja yang Efektif

(1) Perusahaan Tergantung pada SDM (Sumber Daya Manusia)
Kita tidak bisa menafikan bahwa perusahaan pada dasarnya adalah sangat tergantung pada SDM (Sumber Daya Manusia), namun seiring dengan adanya ketetapan atas UMR/UMP serta alasan efisiensi perusahaan, tentu saja adalah menjadi hal yang penting bagi perusahaan untuk dapat menempatkan SDM sebagai instrumen produktifitas yang juga dapat meningkat senilai tingkatan UMR/UMP yang dimaksud.  Penggunaan KPI & BSC dapat membantu perusahaan dalam menjalankan sistem output produktifitas tersebut.

(2) Pengendalian Resiko
Perusahaan melihat bahwa SDM adalah bagian penting untuk menurunkan resiko. Bagaimana proses tersebut terjadi? Salah satu bagian penting yang harus dipertimbangkan adalah implementasi sistem yang efektif, seperti SOP (Standard Operating Procedure) dijalankan untuk memastikan bahwa sistem berjalan pada alir yang tepat. Mengendalikan serta memaksimalkan kinerja SDM (Sumber Daya Manusia) dalam pelaksanaan sistem adalah penting untuk melihat kepatuhan serta komitmen atas berjalannya sistem.

(3) Pengelolaan Asset
Perusahaan harus melihat SDM adalah asset yang dalam jangka waktu tahun ke tahun harus memiliki nilai yang progresif dan tepat. Tantang SDM Anda untuk dapat memiliki nilai asset/ jual yang tepat tersebut. Perusahaan sendiri harus dapat memastikan bagaimana sistem pengelolaan asset ini dapat menjadi investasi sesuai dengan pertumbuhan dan kepentingan perusahaan.

Bagaimana dengan Sistem Manajemen Unjuk Kerja yang dijalankan dalam perusahaan dijalankan? Perusahaan harus dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Unjuk Kerja dapat dijalankan secara efektif untuk kepentingan perusahaan dan SDM (Sumber Daya Manusia) itu sendiri. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bagaimana Sistem Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dalam perusahaan Anda berjalan dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)