Dalam penerapan ISO 9001:2015, salah satu klausul yang termuat adalah terkait dengan penerapan yang terkait dengan pencapaian sasaran mutu dengan strategi yang ditetapkan oleh perusahaan. Penerapan yang terkait dengan aplikasi yang berkaitan dengan manajemen kinerja tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dijalankan.
Bagaimana proses implementasi KPI dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu itu sendiri. Mengingat bahwa salah satu dari mandatory (persyaratan mutlak) yang diperlukan dalam menjalankan ISO 9001:2015.
Berikut adalah manfaat yang dapat perusahaan lakukan dengan mengimplementasikan KPI.
(1) Melakukan Analisis Resiko dan Penetapan Strategi
Salah satu langkah yang secara umum dilakukan oleh perusahaan dalam menetapkan KPI adalah dengan membuat analisis SWOT. Dalam analisis SWOT ini, perusahaan dapat melakukan proses resume untuk kemudian disusun strategi atas manajemen perusahaan.
(2) Menetapkan Target dan Program Kerja
Penetapan target dan program kerja yang terkait dengan proses pemastian bagaimana strategi tersebut akan dijalankan. Dalam proses penetapan target kinerja, yaitu berupa kriteria terkait dengan Finance (F), Internal Performance (I), Customer (C) dan Learning/Pembelajaran (L).
Penetapan terkait dengan target dan program kerja ini akan disusun secara sistematis. Dimana program kerja yang disusun tersebut dapat mendukung target kinerja yang dipersyaratkan.
Bagaimana perusahaan Anda memastikan bahwa KPI dapat dijalankan secara tepat dan efektif sesuai dengan prinsip SMM ISO 9001:2015? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bahwa penerapan KPI dapat dijalankan secara tepat dan optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sabtu, 10 Juni 2017
Jumat, 09 Juni 2017
KPI Sebagai Management Solution
Dalam mengelola konsep strategis yang disusun dalam perusahaan, penggunaan KPI dapat menjadi bagian yang penting terkait dengan bagaimana penetapan dan pengelolaan KPI tersebut dapat menjadi suatu solusi penting bagi manajemen.
Bagaimana program solusi manajemen dapat terpaparkan dengan tepat di dalam KPI itu sendiri? Berikut adalah tahapan yang dimaksudkan terkait dengan penyusunan KPI yang tepat untuk memberikan solusi atas manajemen.
(1) Menyusun Strategi
Perusahaan harus dapat melakukan penyusunan strategi yang efektif. Hal yang pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan kerangka analisis untuk dapat menyusun strategi yang tepat. Identifikasi atas analisis tersebut dilakukan dengan memastikan tersedianya analisis SWOT (Strenght Weakness Opportunity & Threat). Bagaimana aspek internal dan eksternal menjadi hal yang perlu untuk diseimbangkan.
Penyusunan strategi itu sendiri harus mengedepankan analisis yang dilakukan. Apakah perusahaan akan menjalankan konsep agresif, investasi, divestasi ataupaun inovasi. Dari strategi inilah kemudian akan menghasilkan parameter indikator pengukuran terkait atas prestasi yang akan ditetapkan.
(2) Penetapan Ukuran Penilaian Prestasi
Ukuran atas penilaian prestasi dijalankan dengan melakukan proses penyusunan atas indikator yang strategik. Penetapan atas branstorming terkait dengan ukuran tersebut menjadi hal yang penting untuk disusun. Termasuk di dalamnya adalah target kuantitatif yang dijalankan.
(3) Objective Deployment
Adalah menjadi tanggung jawab bagi perusahaan untuk mengedepankan objective deployment pada masing-masing fungsi yang relevan. Menjadi setiap lini dari perusahaan untuk sangat kompetitif dan mampu untuk memastikan pengendalian dijalankan secara tepat dan akurat.
Bagaimana perusahaan Anda saat ini mengembangkan konsep terkait pengelolaan strategis dijalankan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan manajemen kinerja dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Bagaimana program solusi manajemen dapat terpaparkan dengan tepat di dalam KPI itu sendiri? Berikut adalah tahapan yang dimaksudkan terkait dengan penyusunan KPI yang tepat untuk memberikan solusi atas manajemen.
(1) Menyusun Strategi
Perusahaan harus dapat melakukan penyusunan strategi yang efektif. Hal yang pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan kerangka analisis untuk dapat menyusun strategi yang tepat. Identifikasi atas analisis tersebut dilakukan dengan memastikan tersedianya analisis SWOT (Strenght Weakness Opportunity & Threat). Bagaimana aspek internal dan eksternal menjadi hal yang perlu untuk diseimbangkan.
Penyusunan strategi itu sendiri harus mengedepankan analisis yang dilakukan. Apakah perusahaan akan menjalankan konsep agresif, investasi, divestasi ataupaun inovasi. Dari strategi inilah kemudian akan menghasilkan parameter indikator pengukuran terkait atas prestasi yang akan ditetapkan.
(2) Penetapan Ukuran Penilaian Prestasi
Ukuran atas penilaian prestasi dijalankan dengan melakukan proses penyusunan atas indikator yang strategik. Penetapan atas branstorming terkait dengan ukuran tersebut menjadi hal yang penting untuk disusun. Termasuk di dalamnya adalah target kuantitatif yang dijalankan.
(3) Objective Deployment
Adalah menjadi tanggung jawab bagi perusahaan untuk mengedepankan objective deployment pada masing-masing fungsi yang relevan. Menjadi setiap lini dari perusahaan untuk sangat kompetitif dan mampu untuk memastikan pengendalian dijalankan secara tepat dan akurat.
Bagaimana perusahaan Anda saat ini mengembangkan konsep terkait pengelolaan strategis dijalankan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan manajemen kinerja dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 30 Januari 2017
5 Kesalahan dalam Penetapan Kriteria TargetKPI
Banyak perusahaan ketika menjalankan Sistem Manajemen unjuk Kerja mengalami permasalahan yang terkait dengan ketidakefektifan penerapannya. Untuk menghindari adanya ketidakefektifan yang terkait dengan penetapan kriteria sasaran dan target perusahaan yang tepat.
Berikut adalah 5 (lima) kesalahan yang seringkali muncul ketika perusahaan menetapkan target/ sasaran pada KPI.
(1) Sasaran/ Kriteria Target Berdasarkan Business Process
Salah satu kesalahan perusahaan dalam menjalankan program inventaris kriteria KPI, perusahaan harus dapat memastikan bahwa penetapan target/ kriteria dijalankan sesuai dengan business process ideal. Sebaiknya tidak terdapat sasaran/ kriteria yang berulang pada beragam jabatan. Hal ini bisa menyebabkan kebingunan/ ketidakapastian terkait dengan tanggung jawab dalam menjalankan sasaran/ target yang dimaksudkan tersebut.
(2) Pendataan dan Evaluasi Pencapaian Hasil
Banyak perusahaan melupakan proses atas evaluasi data sebagai bentuk dari program pencapaian hasil. Identifikasi atas potensi terhadap pencapaian yang harus dijalankan termasuk di dalamnya proses pengelolaan atas resiko dari ketidaktercapaian hasil.
(3) Konsistensi dengan Target Utama Perusahaan
Salah satu hal penting dalam pencapaian target/ sasaran adalah bagaimana perusahaan mengaitkan kriteria target per unit kerja dengan target utama perusahaan. Bagaimana perusahaan memastikan hubungan antara target perusahaan memiliki ikatan, keterkaitan yang kuat dengan pencapaian target yang disusun pada setiap unit kerja.
(4) Kekuatan dalam Pencapaian Target
Permasalahan yang seringkali muncul terkait dengan pencapaian target adalah tingkat kesulitan dari proses pencapaian target. Ketika target yang yang dimaksudkan tersebut memiliki tingkat kesulitan yang rendah maka proses pencapaian target menjadi tidak signifikan berhubungan dengan target yang dipersyaratkan dalam perusahaan.
(5) Perbaikan Sistem
Pencapaian target yang tidak disertai dengan perbaikan sistem menyebabkan kesulitan dari karyawan untuk mencapai target sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Perbaikan dalam sistem secara serta merta dapat membantu individu yang ada dalam perusahaan untuk bekerja secara maksimal.
Penting bagi perusahaan untuk menjalankan proses analisis terkait dengan penanganan dan analisis kriteria pencapaian target. Bagaimana perusahaan menjalankan KPI (Key Performance Indicator) dijalankan dalam perusahaan? Lakukan proses pencapaian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pencapaian target dan kriteria yang dipersyaratkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berikut adalah 5 (lima) kesalahan yang seringkali muncul ketika perusahaan menetapkan target/ sasaran pada KPI.
(1) Sasaran/ Kriteria Target Berdasarkan Business Process
Salah satu kesalahan perusahaan dalam menjalankan program inventaris kriteria KPI, perusahaan harus dapat memastikan bahwa penetapan target/ kriteria dijalankan sesuai dengan business process ideal. Sebaiknya tidak terdapat sasaran/ kriteria yang berulang pada beragam jabatan. Hal ini bisa menyebabkan kebingunan/ ketidakapastian terkait dengan tanggung jawab dalam menjalankan sasaran/ target yang dimaksudkan tersebut.
(2) Pendataan dan Evaluasi Pencapaian Hasil
Banyak perusahaan melupakan proses atas evaluasi data sebagai bentuk dari program pencapaian hasil. Identifikasi atas potensi terhadap pencapaian yang harus dijalankan termasuk di dalamnya proses pengelolaan atas resiko dari ketidaktercapaian hasil.
(3) Konsistensi dengan Target Utama Perusahaan
Salah satu hal penting dalam pencapaian target/ sasaran adalah bagaimana perusahaan mengaitkan kriteria target per unit kerja dengan target utama perusahaan. Bagaimana perusahaan memastikan hubungan antara target perusahaan memiliki ikatan, keterkaitan yang kuat dengan pencapaian target yang disusun pada setiap unit kerja.
(4) Kekuatan dalam Pencapaian Target
Permasalahan yang seringkali muncul terkait dengan pencapaian target adalah tingkat kesulitan dari proses pencapaian target. Ketika target yang yang dimaksudkan tersebut memiliki tingkat kesulitan yang rendah maka proses pencapaian target menjadi tidak signifikan berhubungan dengan target yang dipersyaratkan dalam perusahaan.
(5) Perbaikan Sistem
Pencapaian target yang tidak disertai dengan perbaikan sistem menyebabkan kesulitan dari karyawan untuk mencapai target sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Perbaikan dalam sistem secara serta merta dapat membantu individu yang ada dalam perusahaan untuk bekerja secara maksimal.
Penting bagi perusahaan untuk menjalankan proses analisis terkait dengan penanganan dan analisis kriteria pencapaian target. Bagaimana perusahaan menjalankan KPI (Key Performance Indicator) dijalankan dalam perusahaan? Lakukan proses pencapaian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pencapaian target dan kriteria yang dipersyaratkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 27 Januari 2017
Pelatihan Balanced Score Card
Dalam setiap perusahaan, keinginan untuk dapat memastikan bahwa tujuan dan sasaran dari perusahaan untuk tercapai adalah suatu tantangan besar untuk dapat bersinergi dengan pertumbuhan usaha. Adapun program pelatihan sangat penting agar perusahaan dapat menjalankan Balanced Score Card secara tepat.
Program pelatihan dapat dikembangkan untuk dapat memastikan program Balanced Score Card terimplementasi dalam perusahaan. Pelatihan Balanced Score Card yang dijalankan dalam jangka waktu 1 (satu) hari dan dijalankan dalam bentuk in house training dapat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Balanced Score Card. Adapun dalam kegiatan pelatihan tersebut, peserta pelatihan akan mendapatkan beberapa hal sebagai berikut:
(1) Penggambaran Target Perusahaan
(2) Peyusunan Peta Proses
(3) Analisis Resiko Perusahaan
(4) Identifikasi dan penetapan kriteria target/ sasaran dari perusahaan
(5) Sistem administrasi dan pelaporan penilaian kinerja
Diharapkan dengan mengikuti pelatihan tersebut, perusahaan mampu untuk dapat mendefinisikan target terkait penetapan kriteria target yang dimaksudkan tersebut. Lakukan proses pencarian referensi eksternal terkait dengan program pengembangan sistem Balanced Score Card dari perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Program pelatihan dapat dikembangkan untuk dapat memastikan program Balanced Score Card terimplementasi dalam perusahaan. Pelatihan Balanced Score Card yang dijalankan dalam jangka waktu 1 (satu) hari dan dijalankan dalam bentuk in house training dapat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Balanced Score Card. Adapun dalam kegiatan pelatihan tersebut, peserta pelatihan akan mendapatkan beberapa hal sebagai berikut:
(1) Penggambaran Target Perusahaan
(2) Peyusunan Peta Proses
(3) Analisis Resiko Perusahaan
(4) Identifikasi dan penetapan kriteria target/ sasaran dari perusahaan
(5) Sistem administrasi dan pelaporan penilaian kinerja
Diharapkan dengan mengikuti pelatihan tersebut, perusahaan mampu untuk dapat mendefinisikan target terkait penetapan kriteria target yang dimaksudkan tersebut. Lakukan proses pencarian referensi eksternal terkait dengan program pengembangan sistem Balanced Score Card dari perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Mengukur Efektifitas KPI dalam Perusahaan
Dalam memastikan Sistem Manajemen Kinerja berjalan dengan tepat dan efektif, ada baiknya perusahaa menjalankan evaluasi atas efektifitas KPI yang dijalankan tersebut. Banyak perusahaan telah memiliki KPI (Key Performance Indicator), namun secara aktual tidak efektif untuk diterapkan dalam perusahaan.
Bagaimana perusahaan menilai KPI yang diterapkan efektif dijalankan?
(1) Mengukur Resiko Perusahaan
KPI disusun selain untuk mengukur kinerja, juga dipergunakan sebagai bentuk pengendalian resiko. Unsur pencegahan atas ketidaksesuaian/ resiko menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa sistem manajemen operasional telah memadai untuk memastikan resiko tidak terjadi. Pengukuran dengan melihat faktor dampak kegagalan proses menjadi bagian penting dalam proses pengukuran atas KPI.
(2) Pertumbuhan Organisasi
Apabila KPI yang dimiliki oleh perusahaan disusun untuk mencapai visi dan target perusahaan, tentu saja indikator dari pertumbuhan bisnis menjadi bagian penting dalam pencapaian kriteria dari strategi visi yang efektif. Sinergi dari efektifitas per unit/ departemen harus dilakukan seiring dan tidak menjadi bagian dari suatu departemen/ unit kerja perusahaan.
Bagaimana perusahaan Anda melakukan proses pengukuran terkait dengan efektifitas KPI dalam perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan KPI yang ada dalam perusahaan adalah efektif untuk dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Bagaimana perusahaan menilai KPI yang diterapkan efektif dijalankan?
(1) Mengukur Resiko Perusahaan
KPI disusun selain untuk mengukur kinerja, juga dipergunakan sebagai bentuk pengendalian resiko. Unsur pencegahan atas ketidaksesuaian/ resiko menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa sistem manajemen operasional telah memadai untuk memastikan resiko tidak terjadi. Pengukuran dengan melihat faktor dampak kegagalan proses menjadi bagian penting dalam proses pengukuran atas KPI.
(2) Pertumbuhan Organisasi
Apabila KPI yang dimiliki oleh perusahaan disusun untuk mencapai visi dan target perusahaan, tentu saja indikator dari pertumbuhan bisnis menjadi bagian penting dalam pencapaian kriteria dari strategi visi yang efektif. Sinergi dari efektifitas per unit/ departemen harus dilakukan seiring dan tidak menjadi bagian dari suatu departemen/ unit kerja perusahaan.
Bagaimana perusahaan Anda melakukan proses pengukuran terkait dengan efektifitas KPI dalam perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan KPI yang ada dalam perusahaan adalah efektif untuk dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)